sekilas sejarah bol-mong

Sekilas Sejarah Bolaang Mongondow…

 

BOLAANG MONGONDOW MASA LALU

Dimasa lalu Bolaang Mongondow adalah suatu kerajaan. Kerajaan Bolaang mulai di kenal luas sejak Punu Mokodoludut di abad ke 14. Seorang putri Raja Mokodoludut yang bernama Ginsapondo dikenal sebagai perintis yang melakukan hubungan dengan orang-orang di Minahasa yang bermukim di pesisir pantai. Hubungan ini dilanjutkan oleh cucu Mokodoludut yang bernama Damopolii yang naik tahta menjadi raja pada tahun 1475. Disaat Damopolii menjadi raja ia ditakuti karena keperkasaan dan keberaniannya. Raja Damopolii menaklukkan kerajaan Babontehu yang terletak di Manado Tua dengan rajanya bernama Pasibori. Demikian pula dengan Maodan (kemudian berobah menjadi Manado) yang dikuasai oleh raja Loloda dari Halmahera yang bersama pengikutnya melarikan diri dari kampung halamannya akibat gempuran raja Ternate ditaklukkan oleh raja Damopolii. Sejak itu seluruh wilayah pantai yang terbentang dari Kaidipang sampai Kema (terletak di dekat Bitung) berada dibawah kekuasaan kerajaan Bolaang. Raja Damopolii yang juga dikenal dengan nama Kinalang dianggap sebagai pahlawan di kerajaan Bolaang.

Kekuasaan raja Damopolii dilanjutkan oleh anaknya Busisi yang menjadi raja di tahun 1510. Baik raja Busisi maupun anaknya Raja Makalalo yang naik tahta tahun 1540 tidak lagi dapat mengembangkan wilayah kekuasaan. Demikian juga dengan raja Mokodompit yang menggantikan ayahnya Makalalo. Anak raja Mokodompit yang bernama Tadohe diangkat menjadi raja pada tahun 1600. Bersama para Bogani dan rakyatnya, raja Tadohe membuat peraturan-peraturan mengenai kehidupan masyarakat.

Kalau sejak raja pertama Bolaang Mongondow membangun istana kerajaan (dalam bahasa daerah Mongondow disebut Komalig) diatas gunung Bumbungon, maka sejak tahun 1480 raja Damopolii membangun istananya di Kotobangon (sekarang terletak samping kiri jalan menuju bukit Ilongkow). Istana Raja (Komalig) yang terakhir ditempati raja Laurens Cornelis Manoppo dan istri Bai’ Taupang Mokoagow musnah terbakar saat Permesta tahun 1959. Dikemudian hari ( kurang diketahui disaat pemerintahan raja siapa) pusat kerajaan dipindahkan ke desa Bolaang. Bukti perpindahan ini dapat dilihat dengan adanya pekuburan raja-raja Bolaang Mongondow yang di atas satu bukit kecil di desa Bolaang (samping kiri jalan raya menuju Manado) tetapi ditahun 1901 pusat kerajaan dikembalikan lagi ke Kotobangon.

Raja Tahode diganti oleh anaknya bernama Mokoagow pada tahun 1650. Mokoagow menambah namanya dengan Loloda ( raja Manado yang ditaklukan Raja Damopolii ) sehingga menjadi Loloda Mokoagow. Raja Loloda Mokoagow biasa juga disebut dengan nama Datu Binangkang. Kata Binangkang berasal dari kata Mongondowbinangkangan yang artinya diperdayai atau ditipu. Binangkangan itu terjadi saat VOC dari belanda telah memasuki Manado. Karena Manado dipandang strategis bagi usaha perdagangan VOC maka mereka segera mendirikan benteng dari kayu. Tetapi pada 30 Desember 1665 VOC memutuskan untuk mengganti benteng kayu dengan beton. Agar pekerjaan dilaksanakan sehemat mungkin maka tenaga diusahakan dari Manado melalui raja Loloda Mokoagow, sedangkan bahan lain seperti besi dan kapur disiapkan oleh kompeni Belanda. Orang-0rang Minahasa yang datang dari pedalaman dibawah para pemimpin masyarakat ( disebut Ukung ) juga diminta Raja Loloda Mokoagow untuk mengerjakan benteng ini. Pemimpin Kompeni yang baru yaitu Jan Baptista dalam melanjutkan pekerjaan benteng ini secara diam-diam mulai menyingkirkan peran Raja Loloda Mokoagow dengan cara melakukan pengaturan rahasia dengan para Ukung. Akibatnya Loloda Mokoagow menarik komitmennya untuk membantu pembangunan Benteng. Ia juga mengancam para Ukung dari Minahasa untuk tidak bekerja pada pembangunan ini. Raja Loloda Mokoagow merasa tersinggung karena dihina oleh kompeni meninggalkan Manado dan pindah menetap di Amurang. Sikap dan tindakan Raja Loloda Mokoagow ternyata mengakibatkan pudarnya sama sekali hegemoninya di kawasan Manado.
Pada pihak lain desakan dari Kompeni Belanda menyebabkan para pemimpin rakyat Minahasa melakukan pemutusan hubungan dibawah sumpah dengan Raja Loloda Mokoagow. Hal ini terjadi pada tahun 1668. Gubernur Ternate yang berkunjung ke Manado tahun itu juga mengundang Loloda Mokoagow dari Amurang ke Manado guna berunding dengan para Ukung. Niat baik Loloda Mokoagow saat memenuhi undangan tersebut ternyata ditolak pemimpin Kompeni di Manado bersama para pemimpin rakyat Minahasa dengan alasan bahwa mereka telah melakukan pemutusan hubungan dengan Raja Loloda Mokoagow. Akibatnya Loloda Mokoagow melakukan beberapa penyerangan ke pedalaman Minahasa dengan tujuan memberi pengajaran kepada mereka sambil tetap menuntut dikembalikannya Manado dalam wilayah kekuasaannya. Penyerangan ke Minahasa selain dilakukan dari jalur Amurang, juga dari jalur pantai Selatan Kotabunan. Tidak jauh dari Kotabunan terdapat satu tempat sumber air yang sangat jernih. Ditempat itu tentara Bolaang biasa beristirahat sambil mandi dan membersihkan segala perlengkapan. Tempat itu mereka beri nama Bataa ( tempat untuk mencuci perlengkapan ), kemudiannya berobah sebutan menjadi Basaan.
Raja Loloda Mokoagow meninggal pada tahun 1694. Sebenarnya raja Loloda Mokoagow telah mempersiapkan seorang anaknya untuk menggantikannya. Ternyata niat itu dilangkahi oleh Kompeni Belanda sebab mereka mendesak untuk menetapkan Manoppo sebagai raja Bolaang menggantikannya. Manoppo adalah anak Loloda Mokoagow dengan seorang selir bernama Malo dari Minahasa. Manoppo tidak dibesarkan diistana Raja di Amurang tetapi ia tinggal di Manado sebab dibawah oleh Kompeni. Hal ini ternyata mengandung maksud tertentu yaitu mempersiapkan Manoppo menggantikan ayahnya sebagai Raja Bolaang. Pimpinan Kompeni di Manado Pieter Alsteyn dan Stepanus Thierry menekan raja Manoppo untuk membuat perjanjian. Perjanjian itu ditanda tangani pada 30 September 1694 yang ketentuannya antara lain:

 

Raja Bolaang tidak akan menuntut upeti lagi dari walak-walak tertentu di Minahasa ( dalam hal ini Pasan, Ratahan, Ponosakan dan Tonsawang )

Sungai Poigar ditentukan sebagai tanda batas antara Bolaang dan Minahasa ( batas itu membentang dari Poigar – Pontak sampai Buyat )

Para Ukung di Manado ( termasuk Minahasa ) tidak dibenarkan mengadakan tindakan apapun yang dapat merugikan kepentingan Bolaang

 

Agaknya akibat dari penanda tanganan perjanjian ini menyebabkan raja Manoppo harus meninggalkan Amurang dan memilih desa Bolaang sebagai pusat kerajaan.
Manoppo yang telah lama tinggal di Manado telah dibabtis menjadi penganut agama Kristen Protestan. Dalam beberapa buku dan beberapa catatan lepas sering ditulis dan dijelaskan bahwa Manoppo dibabtis menurut cara Katolik. Hal itu tidak benar sebab ditahun pembabtisannya pengaruh Portugal maupun Spanyol telah lenyap sama sekali dari Sulawesi Utara. Spanyol yang sempat mempengaruhi Sulawesi Utara dengan tinggal dan membangun pasanggrahan di Amurang telah meninggalkan Sulawesi Utara pada tahun 1666 akibat tekanan tentara Kompeni dari VOC.
Disaat pembabtisannya Manoppo diberi tambahan nama Yakobus sehingga namanya menjadi Yakobus Manoppo. Demikianlah sejak saat itu raja Bolaang telah menganut agama Kristen Protestan.

Sumber: http://gmibm.tripod.com/new_page_12.htm

 
posted by totabuanku at 09:33 
Iklan

terjemahan Al-qur’an dalam bahasa bolmong

JUZ 21

45. Baca don Kitab (al-Qur’an) ta inta pino wahyu koinimu (muhammad) bo aiday in salat. To tu’u salat tua mo larang kon (parbuatan) ta keji bo mungkar. Bo (Kotaawanmu) moitorop Allah (salat) tua totok noloben (kautamaanneya kon ibadah ta ibanya). Allah mota’au onu ka in aidanmu.

46. bo dika bi’ iko mo bayow takin Ahli Kitab, melainkaninta dodia ta mopira, kacuali takin itau-intau ta no zalim kon antara monia,[1] bopoguman ka, “Kami aindon no beriman koi (kitab-kitab) ta pinoponag koi nami bo ta pinoponag koinimu; Tuhan kami bo Tuhanmu tobatu’, bo ta’ bi’ koi-Neya kami mo po sarah kon badan.

47. bo na’ tua in Kami pinoponag Kitab (al-Qur’an) koinimu. Oyu’on doman intau-intau ta inta inogoy Kami kitab (Taurat bo Injil) mosia mo parcaya koineya (al-Qur’an), bo kon antara mosia (intau-intau no kaper Mekah) oyu’on ta no parcaya koineya. Bo tonga’intau-intau no kaper ta mo ingkar kon ayat-ayat nami.

48. bo iko (Muhammad) diya’ pernah mo baca’ kon kitabta dia’ pa in (Al-Qur’an) bo iko dia’ (lalat) momais kon kitab takin lima kolananmu; yo aka (iko pernah mobaca’bo momais), niscayamo ragu intau-intau ta mo ingkar koineya.

49. sabanarnya, (al-qur’an) tua in ayat-ayat ta no jalas kon bonu dodob intau-intau no ko ilmu.[2] Ta’ bi’ intau-intau ta no zalim ta mo ingkar kon ayat-ayat Kami.

50 bo mosia (intau-intau kaper kon Makkah) mosingog, “Nongonu dia’ pinoponag in mukjizat-mukjizat nongkon Tuhannya? “Poguman pa (Muhammad), “Mukjizat-mukjizat tua terserah koi Allah. Aku’oy ta’ bi’ intau mopobogoy kon paringatan ta no jelas.

51. onu pa dia’ no tompod koi monia ta Nami aindon pinoponag koineya Kitab (Al-Qur’an) ta pinopo baca koi monia ? totu’u, kon bonu (Al-Qur’an) tua oyu’on in rahmat noloben  bo palajaran koi intau-intau ta mo parcaya.

52. poguman pa (Muhammad), “Cukuplah Allah mobali’ saksi antara aku’oy bo iko. Sia monota’au onu ta kon langit bo kon buta’. Bo intau-intau ta mo parcaya kon bathil bo ingkar koi Allah, mosia tua in intau-intau no rugi.”

53. bo mosia moigum koinimu simba’ babaya’ pinoponag in azab. Aka de’eman karena wakutuneya ta inta pinotatap,[3]niscaya mo angoy azab koi monia bo (azab tua) pasti mo angoy koi neya bo (azab tua) pasti mo i angoy koi monia takin mo talikokog, sedang mosia dia’ menyadarinya.

54. mosia moigum koinimu simba’ pinopoponag in azab. Bo totu’u naraka Jahanam tua pasti moilibu kon intau-intau kaper.

55. singgay (aka) azab ilimongkop koi monia nongkon omonig bo nongkon omonag siol monia bo (Allah) mosingog (koi monia), “Rasaan pa (balasan nongkon) onu ta inta inaidanmu!”

56. Hai Hamba-hamba-Ku ta no parcaya! Totu’u, buta’-Ku luas, yo sembahlah aku’oy (saja).

57. setiap ta ko nyawatatap mokorasa kon matoy. Kemudian ta’ bi’ koi Nami moiko pinopobuy.

58. bo intau-intau ta no parcaya bo mopoaid kon kebajikan, totu’u mosia akan kami tampatkan kon tampat-tampat ta no lantut (kon bonu soroga), ta no ilig kon omonak i ongkag-ongkag, mosia kakal kon bonunya. Tua bi’ kopia-pia balasan koi intau ta moaid kon mopia.

59. (yaitu) intau-intau ta no sabar bo mo tawakal koi Tuhannya.

60. bo tongonu in anto’ makhluk moliai ta konyawa bo dia’ (uli’) modia (mourus) kon rijikinya tontani’. Allah-lah ta no bogoy rijiki koi neya bo koinimu. Sia totok moko dongog bo totok monota’au.

61. bo aka iko molibo’ koi monia, “Kiineka ta mo mia kon langit bo buta’ bo mo potunduk konmata’ in singgay bo bulan?” pasti mosia menjawab,”Allah.” Yo nongonu mosia mota’au pinobui (nongkon kabanaran).

62. Allah  melapangkan rijiki koi intau ta kino hendaknya kon antara hamba-hamba-Neya bo Sia (doman) ta membatasi koi neya. Totu’u Allah totok monota’au onu bo onu.

63. bo aka iko molibo’ koi monia, “Kiine bi’ in mopoponag kon tubig bo langit bo takin (tubig) tua pinopobiagnya bumi ta aindon minatoy?” pasti mosia mogabat, “Allah” poguman pa, “Sagala puji koi Allah,” tetapi komintan mosia dia’ no mangale.

64. bo kobobiag kon dunia na’a tonga’ mo tanduk bo pogogitog. Bo totu’u dunia akhirat tua in kobobiag ta sabanarnya, aka mosia monota’au.

65. yo aka mosia tumakoy kon kapal, mosia mo do’a koi Allah takin mo puling in rasa pongabdian (ikhlas) koi-Neya,[4]tetapiakaAllah moposalamat koi moniasampe kon dagat, yomosia (mobui) moposakutu in(Allah).

66. buliay don mosia mo ingkar kon nikmat ta aindon inogoy nami koi monia bo kuondon mosia (biag) mo sanang-sanang (kon bonu kekaperan). Yo tumi mosia monota’au (in bali’ kon parbuatannya).

67. dia’ ka mosia mo perhatikan, aka kami aindon mobali’ (negeri monia) buta’ suci ta no aman, padahal intau kon libunya tumpala mononalo’. Nongonu (ta aindon nyata in kabanaran) mosia masih mo parcaya kon ta mo batil bo ingkar kon nikmat Allah?

68. bo kiine ka ta lebe zalim nongkon intau ta mo mopooyu’on in ubol kon Allah atau intau ta mo ubol kon hak.[5] (ta no hak) tua moangoy koineya? de’eman ka kon bonu naraka Jahanam oyu’on tampat koi intau-intau kaper?

69. bo intau-intau ta no berjihad untuk (motayak kon karidaan) Kami, Yo akan tundu’on nami koi monia dalan-dalan nami. Bo totu’u, Allah takin intau-intau ta mo gaid kon mopia.

AR-RUM

MAKKIYAH

Takin tangoy Allah ta totok monobogoy bo totok monotabi.

  1. Alif Lam Mim
  2. Bangsa Romawi aindon pinokalah,[6]
  3. Kon negeri nodiug[7] bo mosia ta aindon kokalahanneya tua mo menang,[8]
  4. Tongonu taong (lagi).[9] Kon Allah-lah urusan ta dia’ pa bo ain (mosia menang). Bo aka singgay (kamanangan bangsa Romawi) tua yo posanang don iko intau-intau ta mo parcaya.
  5. Karena tulungan allah. Sia motulung kiine ka ta kino hendaknya. Sia totok mo perkasa, bo totok monotabi.
  6. (tua) dandi Allah. Allah dia’ mokitala’ in janji-Neya, tetapi komintan intau dia’ mota’au.
  7. Mosia mota’au ta no lahir(tampak) kobobiag kon dunia; sedangkan kon (kobobiag) akhirat monia molalai.
  8. Bo nongonu mosia dia’ momikir ta inta (kajadian) monia/ Allah dia’ mociptakan buta’ bo langit bo onu in oyu’on kon antara kodewanya kacuali takin (tujuan) ta no banar bo kon bonu wakutu ta inta ditentukan. Bo totu’u no anto’ kon antara intau ta banar-banar mo ingkar kon moyodungkul takin Tuhannya.
  9. Bo dia’ ka mosia maya’ kon bumi bo moindoy naonda in kasudahan intau-intau ta dia’ pa mosia (ta moubol koi rasul)? Intau-intau tua lebe kuat nongkon mosia (tontani’) bo mosia aindon mengolah bumi (buta’) takin momakmurkanneya moiliu onu ta aindon pino makmur monia. Bo aindon moangoy koi monia rasul-rasul monia modiya kon bukti-bukti ta no jalas. Yo Allah dia’ lalat berlaku zalim koi monia, tetapi mosia tua ta no zalim koi monia tontani’.
  10. Yo, azab ta lebe buruk kesudahan koi intau-intau ta moaid kon kajahatan. Sin mosia moubol kon ayat-ayat Allah bo mosia salalu mopololeke.
  11. Allah ta mo mulai kon penciptaan (makhluk), yo pinopoulangneya bui; yo koi-Neya iko pinobui.
  12. Bo aka singgay (kogot) mobali’ Kiamat. Intau-intau ta no bardosa (kaum musyrik) nobio’ no putus asa.
  13. Bo dia’ mungkin oyu’on pobogoy syafaat (tulungan) koi monia nongkon barhala-barhala monia, sadangkan mosia mo ingkar barhala-barhala mosia tua.[10]
  14. Bo aka singgay (kogot) mobali’ Kiamat, bo singgay tua intau terpecah-pecah (kon bonu kelompok)
  15. Yo oyu’on bi’ intau-intau ta mo parcaya bo moaid kon kabajikan, yo mosia kon bonu taman (soroga) mosanang.
  16. Bo oyu’on intau-intau ta mo kaper bo mo ubol kon ayat-ayat nami takin (moubol) kon poyodungkulan singgay akhirat, yo mosia tatap kon bonu azab (naraka).
  17. Yo po tasbih don koi Allah kon singgay lolabung bo kon dolodolom (wakutu subuh),
  18. Bo sagala puji koi-Neya kon langit, kon bumi,bo singgay dolom bo kon wakutu zuhur (singgay).[11]
  19. Sia mopoluay inta mobiag bo ta’ minatoy bo mopoluay ta minatoy nongkon ta mobiag bo mopobiag kon bumi ta aindon matoy (ingkag). Bo naonda tua iko pinoluay (nongkon kubur).
  20. Bo kon antara tanda-tanda (kolobenan)-Neya Sia tua mociptakan iko nongkon buta’, bo talikokog may iko (mobali’) intau ta mo kembang biak.
  21. Bo kon antara tanda-tanda (kolobenan)-Neya Sia mociptakan pasangan-pasangan koinimu nongkon jenismu tontani’, simba’ iko cenderung bo morasa tenteram koineya, bo Sia mobali’ kon antaramu rasa tabi bo tanob. Totu’u tatua banar-banar oyu’on tanda-tanda (kolobenan Allah) kon kaum ta mo berfikir.
  22. Bo kon antara tanda-tanda (kolobenan)-Neya tua penciptaan langit bo bumi, beda in bahasamu bo warna kulitmu. Totu’u kon tua banar-banar oyu’on tanda-tanda kon intau-intau tamonota’au.
  23. Bo kon antara tanda-tanda (kolobenan)-Neya siugmu tua kon wakutu dolom bo singgay bo usahamu motayak kon sabagian nongkon karunia-Neya. Totu’u, kon tua banar-banar oyu’on tanda-tanda nongkon kaum ta mokidongog.
  24. Bo kon antara tanda-tanda (kolobenan)-Neya, sia mopoyindoy kon kilat koinimu (menimbulkan) koondog bo harapon, bo Sia mopoponag kon tubig (uyan) nongkon langit, bo takin tubig tua pinopobiagnya bumi ta aindon matoy (ingkag). Totu’u, ta banar-banar oyu’on tanda-tanda kon kaum ta no mangale.
  25. Bo kon antara tanda-tanda (kolobenan)-Neya posindognya langit bo bumi takin kahandak-Neya. Yo aka Sia mogoini’ ko moini’ nongkon bumi, kogot tua iko lumuay (nongkon kubur).
  26. Bo kapunyaan-Neya onu ka kon langit bo kon bumi. Komintan tua tundu’ ta’ bi’ koi-Neya.
  27. Bo sia tua ta mo mulai kon panciptaan, bo bui ulangonnya, bo tua lebe mudah koi-Neya. Sia oyu’on dodia ta totok mo lantud kon langit bo bumi. Bo Sialah Ta Totok mo perkasa, bo Totok mo bijaksana.
  28. Sia momia perumpamaan koinimu nongkon inimu tontani’. Onuka ( aka iko mo rela) oyu’on kon antara hamba-sahaya ta kapunyaanmu, mobali’ sekutu koinimu kon bonu (kapunyaan) rijiki ta aindon inogoy Nami koinimu, yo iko mobali’ notongkay takin mosia kon hal na’a, bo iko moondog koi monia sebagaimana iko moondog kon moyotakinmu.[12]Yo natua bi’ Kami mopojalas kon ayat-ayat tua kon kaum ta no mangale.
  29. Tetapi intau-intau ta no zalim, moduduy kon ibognya tanpa ilmu pengetahuan, yo kiine ka ta mo bali’ mobogoy potundu’ kon intau ta aindon pinosesat Allah. Bo dia’ onda tobatu’ intau potulung koi monia.
  30. Yo po hadap pa in pogotmu takin notulit kon agama (Islam); (tongkay) fitrah Allah disebabkan Sia aindon mo ciptakan intau kain (fitrah) tua.[13] Dia’ onda kobaluy kon panciptaan Allah. (tua bi’) agama ta no tulit, tetapi moanto’ intau dia’ mota’au.
  31. Takin mobuy bertobat koi-Neya bo potakwa pa koi-Neya takin aidan in salat bo dika bi’ iko tumuot kon intau-intau ta mo persekutukan Allah,
  32. Yaitu intau-intau ta mo mecah belah agama monia[14] bo mosia mobali’ tongonu golongan. Satiap golongan morasa bangga takin onuta oyu’on kon golongan monia.
  33. Bo aka intau ta di timpa kon bahaya, mosia menyeru kon Tuhannya takin mobuy (mo tobat) koi-Neya, yo aka sia mobogoy kon topilik rahmat-Nya koi monia, tiba-tiba sabagian monia menyekutukan Allah.
  34. Buliay ka mosia mo ingkar kon rahmat ta ain don Kami inogoy. Bo posanang-sanang don iko, yo tumi kotaawanmu in (akibat parbuatanmu).
  35. Pernah ka kami mopoponag koi monia katarangan, ta mopojalas (mopobanar) onu ta (salalu) monia persekutukan takin Tuhan?
  36. Bo aka Kamii mobogoy onu ka rahmat koi intau, niscaya mosia mosanangtakin (rahmat) tua. Tetapi aka mosia kinodatog kon musibah (bahaya) sin tala’ mosia tontani’, babaya’ tua mosia mo putus asa.
  37. Bo dia’ ka mosia mo narukira aka Allah ta molapangkan rijiki kon kiine ta kinohendaknya bo Sia (doman) ta mo mopobatas (koi ine ta kinohendaknya). Totu’u ta natua banar-banar oyu’on tanda-tanda (kolobenan Allah) koi kaum ta mo parcaya.
  38. Yo ogoy ka haknya kon yobayat ta nodiug, bo kon intau miskin bo intau-intauta kon dalan. Tua bi’ lebe mopia kon intau-intau ta motayak kon keridaan Allah. Bo mosia tua in intau-intau ta nokountung.
  39. Bo riba’ (dugangan) ta inogoymu simba’ harta intau modugang, yo dia’ modugang kon bonu pandangan Allah. Bo onu ta inogoymu na’tongkay zakat ta i maksudmu simba’ mokouli’ kon keridaan Allah, yo tua bi’ intau-intau ta mopobayong (pahalanya)
  40. Allah ta mociptakan iko, bo mobogoymu rijiki, bo mokomatoy koinimu, bo pokobiag mu (bui). Oyu’on ka kon antara mosia ta inimu sakutukan takin Allah tuata mota’aw moaid kon onu ka tua?Totok  mo suci Sia bo Totok lantud nongkon onu ta pinosekutu monia.
  41. Aindon inontog karusakkan kon pintad bo kon dagat sin aid in lima intau; Allah mo kahandak simba’ mosia morasa kon sabahagian nongkon (akibat) aid monia, simba’ mosia mobui (kon dalan ta no banar).
  42. Poguman ka (Muhammad), “yo pobaya’ don kon bumi bo indeyai ka naonda in intau-intau tungkul tua. Mo anto’ nongkon i monia yo intau-intau ta mo persekutukan (Allah).”
  43. Bo na onda tua, popoindoy in pogotmu kon agama ta no tulit (Islam) ba’ dia’pa angoy nongkon Allah singgay onu ( Kiamat) ta dia’mota’aw sinolak, kon singgay tua mosia moyo pisah-pisah.[15]
  44. Aka kiine no kaper yo sia tontani’ ta monanggung kon(akibat) kaperannya tua; bo aka kiine mogaid kon kabajikan yo mosia mosadia kon monia tontani’ (tampat ta moko sanang).
  45. Ba’ Allah mobogoy balasan (pahala) koi intau-intau ta mo parcaya bo mogaid kon kabajikan kon karunia-Neya. Totu’u, Sia dia’ moibog intau-intau ta no ingkar (kaper).
  46. Bo kon antara tanda-tanda (kolobenan)-Neya aka Sia mongirim tompot mododia kon habar ta moko sanang[16]bo simba’ iko mokorasa kon sabahagian rahmat-Nya bo simba’ kapal mota’au mo layar takin perintah-Neya bo (doman) simba’ iko motaau motayak kon sabahagian karunia-Neya, bo simba’ iko mo bersyukur.
  47. Bo totu’u, Nami aindon mogutus sebelum iko (Muhammad) tongonu intau rasul koi kaumneya, mosia moangoy koineya takin modia kon katarangan-katarangan (ta no tompod), bo Nami momia pambalasan kon intau-intau ta mo baradosa.[17] Bo mobali’ hak Kami mo tulung intau-intau ta mo parcaya.
  48. Allah-lah ya mo mongirim tompot, bo tompot tua mopobagara golom bo pinoloben Allah kon langit kain ta ki kahandakneya, bo pinomianyanokompo-kompol, aka iko indeyan uyan moluay nongkon celah-celahneya, yo aka Sia mopoponagneya koi hamba-hamba-Neya ta kinohendak-Neya bo mosia mosanang.
  49. Asal umpaka ta dia’pa uyan pinoponag koi monia, mosia banar-banar aindon no putus asa Yo yo indoypa agat-agat in rahmat Allah, yo naonda Allah mopobiag bumi ta aindon matoy (ingkag). Totu’u, tua Sia pasti (mo kawasa) mopobiag ta aindon matoy. Ta Sia Totok mo kawasa kon sagala tatobatu’.
  50. Bo totu’u, aka Nami mengirimkan tompot bo mosiamoindoy (tumbuh-tumbuhan tua) mobali’ modalag (ingkag), niscaya mopalut mako mosia tatap mo ingkar.
  51. Yo totu’u, iko dia’ mota’aw mopobali’ intau-intau ta matoy tua mota’au, bo mobali’ intau-intau tano bongol mota’au modongog kon seruan, aka mosia momaling kon balakang.[18]
  52. Bo iko dia’ mota’au mobogoy kon patundu’ koi intau-intau ta bilog (lentak in ginanya) nongkon kasesatannya. Bo iko dia’ mopokidongog (patundu’ in Tuhan) kacuali koi intau-intau ta mo parcaya takin ayat-ayat Nami, yo mosia tua intau-intau ta mo mopobogoi in badan (koi Nami).
  53. Allah-lah ta mociptakan iko nongkon kaadaan leme’, yo Sia mobali’ (iko) ta aindon kaadaan no leme’tua mobali’ moropot tua bo’ mo leme’ (bui) bo mo ubanan. Di amociptakan onu ta kinohendak-Neya. Bo Sia Totok Monota’au, bo Totok o Kawasa.
  54. Bo kon singgay (kogot) mobali’ may Kiamat, intau-intau ta mo baradosa mongibot, yo mosia berdiam (kon bonu kubur) ta’ bi’tosaat (tonga’). Natua bi’ kolipod mosia pinopaling (nongkon kabanaran).[19]
  55. Bo intau-intau ta inogoy ilmu bo kaimanan mosingog (koi intau-intaukaper), “totu’u, iko aindon nobio’(kon bonu kubur) kain katatapan Allah, sampe singgay pinobangkit. Yo na’a bi’ singgay pinobangkit tua, tetapi (kolipod) iko dia’ moyakin(neya).”
  56. Yo kon singgay tua dia’ mobaraguna (doman) poigumaan ampung intau-intau ta no zalim, bo mosia dia’ inogoy in kasampatan motobat doman.
  57. Bo totu’u aindon Kami jelaskan kon intau sagala macam poumpamaan kon bonu Al-Aqur’an na’a. Bo aka iko modia kon ayat koi monia, yo pasti intau –intau kaper tua mosingog, “Iko ta’ bi’ intau-intau ta momia kontonga’ kopalsuan.”
  58. Bo natua bi’ Allah mongunsi’ kon gina intau-intau ta dia’ (ibog) momangale.
  59. Yo posabar bi’ iko (Muhammad), totu’u dandi Allah tua mo banar bo tobatu’ kali dika sampe intau-intau ta dia’ moyakin (kon kabanaran in ayat-ayat Allah) tua mokogalisah koinimu.

 LUQMAN

MAKKIYYAH

Takin tangoy Allah ta Totok monobogoy, totok monotabi.

  1. Alif Lam Mim.
  2. Na’a bi’ ayat-ayat Al-Qur’an ta mongandung hikmah,
  3. Sabagai patundu’ bo rahmat koi intau-intau ta mo aid kon kopiaan,
  4. (yaitu) intau-intau ta mo laksanakan kon salat, monunaikan zakat bo mosia moyakin kon oyu’on in akherat.
  5. Mosia tua intau-intau ta tatap mokouli’ kon patundu’ nongkon Tuhanneya bo mosia tua intau-intau ta mo baruntung.
  6. Bo kon antara intau (oyu’on) intau ta mopobaraguna kon posingogan dia’ ko bonu i moposesat (intau) nongkon dalan Allah dia’ ko ilmu bo mopobali’neya olok-olokan. Mosia tua mokouli’ in azab ta mopohina.
  7. Bo aka pinobaca koineya[20] ayat-ayat Nami, sia momaling takin monyombongkan badan saolah-olah sia dia’ pa mokodongog, seakan-akan oyu’on sumbatan konbongolan dewaneya, yo pokosanang don sia takin azab ta mo pedih.
  8. Totu’u bi’ intau-intau ta mo parcaya bo moaid kon kabajikan, mosia tua mokouli’ kon soroga-soroga ta mopuling kanikmatan,
  9. Mosia kakal kon bonunya, sebagai dandi Allah ta mo banar. Bo Sia Totok mo parkasa, bo Totok mo bijaksana.
  10. Sia mociptakan kon langit dia’ ko tiang naonda in iko moindoyneya, bo Sia mopoukat kon bulud-bulud (kon permukaan) bumi simba’ sia (bumi) dia’ menggoyangkan iko;bo memperkembangbiakkan sagala rupa in jenis makhluk moliai ta ko nyawa kon bumi. Bo pinoponag Nami tubig in uyan nongkon langit, bo pinobiag Nami koineya sagala macam pinomula ta mopia.
  11. Na’a in ciptaan Allah, yo poontongpa inimu koinako’ onu ta aindon pinocipta i (sasambahmu) kacuali Allah. Sabanarneya intau-intau ta no zalim tua oyu’on kon bonu kasasatan ta no nyata.
  12. Bo totu’u, aindon nami inogoy hikmah koi Lukman, “Po sukur don koi Allah! Bo aka kiine mo ki sukur (koi Allah), yo totu’u sia mo sukur kon iniya tontani’; bo aka kiine ta dia’ mo sukur (kufur), yo totu’u Allah Totok monokaya, bo Totok mo terpuji.”
  13. Bo (ingatlah) Lukman mosingog kon adi’neya, ta kogot sia mobogoy kon palajaran koineya, “Hai adi’ku! Dika bi’ iko mosakutukan Allah, totu’u mosakutukan (Allah) tua banar-banar kazaliman ta noloben.”
  14. Bo pinarenta Nami koi intau (sim ba’ moaid kon mopia) kon guyanganeya. Ina’neya aindon mongandungneya kon bonu kaaadaan leme’ ta mo dugang-dugang, bo menyapihnya kon bonu taong dewa no taong.[21]  Posyukur koinako’ bo kon guyangamu. Ta’ bi’ koinako’ iko mobui.
  15. Bo aka kodewaneya momaksa koinimu ba’ moposakutukan Aku’oy takin onu ta iko dia’ oyu’on ilmu tentangtua, bodika bi’ iko motaat kon dewanya, bo poyobayat dewaneyakon dunia takin mopia, bo dumuduy don kon dalan intau ta mobui koinako’. Bo ta’ bi’ koinako’ tampat pobuimu, yo aku’oy pinota’au koinimu onu ta aindon in aidmu.
  16. (Lukman mosingog), “Hai adi’ku! Totu’u, aka oyu’on (in parbuatan) nobogat batol sawi, bo kon bonu batu bo kon langit bo kon bumi, niscaya Allah mobogoyneya (tuli’an). Totu’u Allah Totok mono alus,[22] Totok mono taliti.
  17. Hai adi’ku! Aiday in salat bo potaba’ in (intau) mogaid ta makhruf bo cagahlah (mosia) kon ta munkar bo posabar koi onu ta no’idatog koinimu, totu’u ta natua no’i tuot parkara ta no penting.
  18. Bo dika bi’ iko momalingkan pogot nongkon intau (sin sombong) bo dika bi’ maya’ kon bumi takin angkuh. Totu’u Allah dia’ moibog kon intau-intau ta mo sombong bo mobanggakan badan.
  19. Bo posadarhana don kon bonu berjalan[23] bo koyangko’ in singogmu. Totu’u noromu’-romu’ singog bosingog in keledai.”
  20. Dia’ ka iko mo parhatikan Allah aindon monundu’kan onu ta oyu’on kon langit bo onu ta oyu’on kon bumi (kapentingan)mu bo menyempurnakan nikmat-Neya lahir bo batin. Tapi kon antara intau oyu’on ta mo bantah in (keesaan) Allah dia’ ko ilmu bo patundu’ bo dia’ ko Kitab ta mobogoy panarangan.
  21. Bo aka pinosingog koi monia “Dumudy don onu ta pinoponag Allah!” mosia mojawab, (Dia’), tapi nami (ta’bi’) dumuduy kabiasaan ta inuli’ nami nongkon ba’ay moyang nami.” Onu ka mosia (modumuduy kon ba’ay moyang monia) umpaka sabanarnya setang moku’uk mosia kon bonu azab tulu’ ta mo menyala-nyala (naraka)?
  22. Bo aka kiine mo serah diri koi Allah, sedang sia intau ta no aid kon kopiaan, yo totu’u sia aindon mokaday koi buhul (tali) ta no kokoh. Ta’ bi’ koi Allah kopalutan sagala urusan.
  23. Bo aka kiine kaper yo kokaperanneya tua dika bi’ mokotabi (Muhammad). Ta’ bi’ koi Nami tampat pobui monia, bo pinohabar Nami koi monia onu ta aindon inaidan monia. Totu’u Allah Totok monota’au sagala isi gina.
  24. Pinobiar nami mosia mosanang-sanang sebentar, bo pinaksa Nami mosia (tu’ot) kon bonu azab ta no togat.
  25. Bo totu’u, aka iko (Muhammad) mopolibo’ koi monia, “Kiineka ta mociptakan lngit bo bumi?” tantu’ mosia mojawab, “Allah.” Poguman ka, “Sagala puji koi Allah,” tapi koanto’ mosia dia’ monota’au.
  26. Kapunyaan Allah-lah onu ta kon langit bo kon bumi. Totu’u Allah, Sia bi’ Ta totok mo kaya, bo totok mo Terpuji.
  27. Bo aka pangkoy-pangkoy kon bumi mobali’ polpen bo dagat (mobali’ tinta), pinodugang koineya pitu dagat (doman) aindon (ingkag)neya, niscaya dia’ modait-daitneya (pinomais) singog-singog Allah.[24]  Totu’u Allah Totok mo parkasa, bo Totok mo bijaksana.
  28. Mociptakan bo mopobangkit iko (koi Allah) ta’ bi’ naonda (mocipta bo mopobangkit) ta’ tobatu’ jiwa (mudah). Totu’u Allah Totok modongog, bo Totok monoontong.
  29. Dia’ ka iko moparhatikan, aka Allah mopotu’ot dolom kon bonu singgay bo mopotuot singgay kon bonu dolom bo Sia monundu’kan mata in singgay bo bulan, komintan beredar sampe koi wakutu ta aindon sinantu’. Totu’u Allah Totok moteliti onu ta inaidanmu.
  30. Natua bi’, sin totu’u Allah, Sia bi’ (Tuhan) ta sabanarneya bo onu ka ta pino seru monia kacuali Allah yo batil. Bo totu’u Allah, Sia bi’ ta totok monolantud, Totok monoloben.
  31. Dia’ ka iko moperhatikan aka totu’u kapal tua mo layar kon dagat takin nikmat Allah, sim ba’ pinoontong-Neya koinimu yoposi nongkon tanda-tanda (kolobenan)-Neya. Totu’u, kon ta natua oyu’on tanda-tanda (kolobenan)-Neya kon komintan intau ta totok mo sabar bo moanto’ mo ki syukur.
  32. Bo aka mosia ilitod in bokol ta moloben na’ bulud, mosia moku’uk koi Allah takin tulus ikhlas mo agama koi-Neya. Tapi aka Allah moposalamat i monia sampe kon pintad, bo yoposi mosia tatap maya’ kon dalaninta notulit.[25] Oyu’on doman ta moingkar kon ayat-ayat Nami tonga’ bi’ po khianat ta dia’ mo sukur moanto’.
  33. Hai intau! Potakwa koi Tuhan-mu bo koondok pa kon singgay ta (tatua) i ama’ dia’ mokouli’ mobantung koi adi’neya, bo i adi’ dia’ mokouli’ (doman) mokobantung koi ama’neya ta tonga’ topilik. Totu’u dandi Allah pasti mo banar, yo dika bi’ komintan iko inipu kon kobiagan dunia, bo dika sampe iko inipu kon panipu kon bonu (motaat) Allah.
  34. Totu’u ta’ bi’ kon sisi Allah ilmu tentang singgay Kiamat; bo Sia ta mopoponag kon uyan, bo monota’au onu ta oyu’on kon bonu rahim. Bo dia’ onda tobatu’ intau ta monota’au (takin pasti) onu ta i aidanneya ikolom.[26]Bo dia’ oyu’on tobatu’ intau ta monota’au kon bumi onda sia matoy. Totu’u, Allah totok monota’au, totok monokanal.

AS-SAJDAH

MAKKIYAH

Takin Tangoy Allah ta totok monobogoy, bo totok monotabi.

  1. Alif Lam Mim
  2. Ponagneya Al-Qur’an tua dia’ onda koraguan koineya, (yo) nongkon Tuhan kon komintan alam.
  3. Tapi nongonu mosia (intau kaper) mosingog, “Sia (Muhammad) aindon mengada-adakannya,” Dia’, Al-Qur’an tua kabanaran (ta moangoy) nongkon Tuhanmu, sim ba’ iko mobogoy kon popotorop kon kaumta dia’ pa pernah inoangoy i intau ta mobogoy kon popotorop ta dia’ pa iko; simba’ mosia mokouli’ ko patundu’.
  4. Allah ta mocipta kon langit bo bumi bo onu ta oyu’on kon anatara kodewanya kon bonu onom no masa, bo Sia pinogutunan kon omonig ‘Arsy.[27] Koinimu dia’ onda tobatu’ intau motulung maupun mopobogoy kon syafaat[28] kacuali Sia. Yo nongonu iko dia’moparhatikan?
  5. Sia mogator kon sagala urusan nongkon langit kon bumi, yo (urusan) tua motakoy koi-Neya[29] kon tobatu’ singgay ta kadarneya (onggotneya) yo totibu no taong kain i rekengmu.
  6. Tatua, yo Tuhan ta monota’au ta gaib bo no nyata. Ta Totok mo parkasa, bo totok monotabi.
  7. Ta mopoindah kon sagala ta pinocipta-Neya bo ta momulai kon panciptaan intau nongkon buta’,
  8. Bo Sia mopobali’ katurunanneya nongkon saripati tubig ta mo hina (tubig mani).
  9. Bo Sia moposampurakanneya bo mopoirup kon ruh (cptaan)-Neya kon bonu (badan)neya bo Sia mopobali’ podongogan, poontongan ta gina koinimu, (tapi) topilig iko mo ki syukur.
  10. Bo mosia mosingog, “Nongonu aka nami aindon lenyap (ansor) kon bonu buta’, nami kon bonu ciptaan ta mobagu?[30] Bo mosia mo ingkar koyodungkulan takin Tuhanneya.
  11. Poguman ka, “Malaikat maut ta pinoposerah (morabut kon nyawa) mu bo mokomatoy koinimu, bo koi Tuhanmu, iko pinopobui.”
  12. Bo (alangkah lipu’neya), aka sakiraneya iko mokoontong kon intau-intau ta mo baradosa tua mo nundukkan uluneya kon muna in Tuhanneya, (mosia mosingog), “Ya Tuhan nami, nami aindon mokoontong bo modongog, yo pobui ka nami (kon dunia), niscaya nami mogaid kon kabajikan. Totu’u nami intau-intau ta mo yakin.”
  13. Bo aka Nami mohandak yo niscaya Nami mobogoy kon tumpala jiwa patundu’ (koi)neya, tapi iko pinotatap kon singog (katatapan) nongkon inako’, “Pasti pinopuling-Ku naraka Jahanam takin jin bo intau moyotakin.
  14. Yo rasa’anmu (azab na’a) pinosabab iko molalai kon poyodungkulan takin singgaymu na’a (singgay Kiamat), totu’u Kami doman molalai koinimu bo ko rasa’an in azab ta no kakal, kon onu ta aindon pinoaidmu.”
  15. Intau-intau ta mo parcaya takin ayat-ayat Kami, ta’ bi’ intau-intau ta aka pinotorop takinneya (ayat-ayat Nami), mosia menyungkur mo sujud[31] bo mo tasbih takin momuji Tuhanneya, bo mosia dia’ mosombong kan badan.
  16. Lambung monia noyayu’ nongkon tampat posiugganneya,[32]mosia mo do’a koi Tuhanneya takin rasa ondog bo mopuling harap, bo mosia moinfak yoposi nongkon rijiki ta inogoy Nami koi monia.
  17. Yo dia’ tobatu’ intau monota’au onu ta pinobuni i monia yo (morupa-rupa nikmat) ta moposanang kon gina in balasan kon onu ta i aid monia.
  18. Yo intau ta mo parcaya notongkay intau ta mo fasik (kaper)? mosia dia’ motongkay.
  19. Oyu’on doman intau-intau ta mo parcaya bo mogaid kon kabajikan, yo mosia mokouli’ kon soroga-soroga tampat pinogutunan, sabagai pahala ta onu ta aindon inaiday monia.
  20. Bo oyu’on doman intau-intau ta mo fasik (kaper), yo tampat pogutunan mosia kon naraka. Satiap kali mosia handak lumuay nongkon ineya, mosia pinopobui (doman) kon bonuneya bo pinoguman koi monia, “Rasa’anmu in azab naraka ta kolipod pinoubolmu.”
  21. Bo pasti pinotimpa Nami koi monia yoposi sikisa ta nodiug (kon dunia) ta dia’ pa azab ta lebe noloben (kon akhirat); simba’ mosia mobui (kon dalan ta mo banar).
  22. Bo kiineka ta lebe no zalim kon intau ta aindon pinopotorop takin ayat-ayat Tuhanneya, bo sia mopaling nongkon ineya? Totu’u, Nami mobogoy kon balasan koi intau-intau ta mo baradosa.
  23. Bo totu’u, aindon Nami anugerahkan Kitab (Taurat) koi Musa, yo dika bi’ iko (Muhammad) ragu-ragu motarimaneya (Al-Qur’an) bo pino bali’ Nami Kitab (Taurat) tua patundu’ koi Bani Israil.[33]
  24. Bo pinobali’ Nami kon antara mosia tua pamarenta-pamarenta ta mobogoy patundu’ takin parintah Nami ko onggot pinosabaran monia.[34]Mosia moyakin kon ayat-ayat Nami.
  25. Totu’u Tuhanmu, Sia ta mobogoy kaputusan kon antara mosia nongkon singgay Kiamat ta onu ta kolipod mosia perselisihkan koineya.
  26. Bo dia’ ka mobali’ patundu’ koi monia, koanto’ onu umat-umat ta dia’ pa mosia ta aindon binasaan Nami, sadangkan mosia tontani’ mo dalan kon tampat-tampat pogutunan mosia tua. Totu’u, kon ta tua oyu’on tanda-tanda (kakawasaan Allah). Yo mosia dia’ mokodongog (moparhatikan)?
  27. Bo dia’ ka mosia moparhatikan, Nami mongarahkan (golom ta mongandung) tubig kon bumi ta no tandus, bo pinobiag Nami (takin tubig uyan tua) pinomula sahingga binatang-binatang ta pinaliharamosia tontani’ mokouli’ kaanon nongkon ineya. Yo nongonu mosia dia’ memperhatikan?
  28. Bo mosia molibo’, “Toonu ka kamanangan tua (moangoy) aka iko intau ta mo banar?”
  29. Poguman ka, “Kon singgay Kamanangan[35] tua, dia’ mo baraguna doman koi intau-intau kaper kaparcayaan mosia bo mosia dia’ inogoy panangguhan.”
  30. Yo momaling don iko nongkon i monia bo mogolat pa, totu’u mosia (doman) mogolat.[36]

 

 

 

 

 

 

 

AL-AHZAB

MADANIYYAH

Takin tangoy Allah ta totok monobogoy bo totok monotabi.

  1. Hai Nabi! Potaqwa koi Allah bo dika bi’ iko mo dumuduy (keinginan) intau-intau kaper bo intau-intau munafik. Totu’u Allah Totok monota’au bo Totok mo bijaksana.
  2. Bo dumuduy don onu ta pino wahyu i Tuhanmu koinimu. Totu’u, Allah totok mo taliti kon onu ta inaidanmu.
  3. Bo potaqwa koi Allah. Bo tugat don Allah in pomalihara.
  4. Allah dia’ mopobali’ koi tibatu’ intau dewa gina kon bonu rongganeya; bo Sia dia’ mopobali’ buloy-buloymu ta pino ziharmu[37] tua in ina’mu, bo Sia dia’ mopobali’ adi’ ginama’mu na’ adi’ kandungmu (tontani’). Ta natua ta’ bi’ o’uman kon bibigmu. Allah moguman ta sabanarnya bo Sia mopotundu’ dalan (ta no banar).
  5. Oini’ don mosia (adi’ angkat tua) takin (momake’) tangoy ama’-ama’ mosia; tua bi’ ta mo adil kon sisi Allah, bo dika iko dia’ mota’au ama’ monia, yo (oini’ pa mosia na’) utat-utatmu saagama bo maula-maulamu.[38] Bo dia’ onda dosa koinimu aka iko khilaf tentang tatua, tapi (ta oyu’on dosaneya) onu ta sinangaja in ginamu. Allah totok mono ampung bo totok monotabi.
  6. Nabi tua lebe utama kon intau-intau mukmin dibandingkan diri mosia tontani’[39] bo buloy-buloyneya ina’-ina’ monia. Intau-intau ta oyu’on in hubungan dugu’ tobatu’ bo ta ibanya lebe mo hak (waris-mowarisi) kon bonu Kitab Allah nongkon intau-intau mukmin bo intau-intau Muhajirin, kacuali aka iko handak momia kon mopia[40] koi utat-utatmu (saagama). bo utat-utatmu (saagama). Yo aindon pinomais kon bonu Kitab (Allah).
  7. Bo (torop ka) kogot Nami mogama’ kon dodandian nongkon koi nabi bo nongkon iko (tontani’), nongkon Nuh, Ibrahim, Musa bo Isa putra Maryam, bo Nami aindon mogama’ nongkon i monia dodandian ta no teguh,[41]
  8. Simba’ Sia molibo’ koi intau-intau ta no banar tentang kabanaran monia.[42] Sia mosadia kon azab ta no pedih koi intau-intau kaper.
  9. Hai intau-intau ta mo parcaya! Torop pa kon nikmat Allah (ta aindon pinokarunia) koinimu kogot bala tantara moangoy koinimu, bo inirim nami koi monia tompod noloben bo bala tantara ta dia’ mota’au inontongmu.[43]Allah Totok monoontong onu ta inaidanmu.
  10. (tua) kogot mosia moangoy koinimu nongkon omonig bo nongkon omonagmu, bo poontongan(mu) terpana bo ginamu mororiga modapot kon tenggorokkan[44] bo iko moprasangka ta deeman-deeman kon Allah.
  11. Kon tua bi’ inuji intau-intau mukmin bo digoncangkan (ginanya ) takin ginugur ta no dahsyat.
  12. Bo (potorop pa) ta intau-intau munafik bo intau-intau ta ginaneya berpenyakit mosingog, “Ta dinandi Allah bo Rasul-Neya koi nami tonga’ tipu daya belaka.”
  13. Bo (potorop pa) ta sagolongan kon antara mosia mosingog, “Hai penduduk Yasrib (Madinah)! Dia’ onda tampat koinimu, yo pobui don iko.” Bo yoposi nongkon monia moigum kon izin koi Nabi (pinopobui bui) takin moguman, “Totu’u baloy-baloy nami no’ibuka’ (dia’onda molukad).” Padahal baloy-baloy tua dia’ noibuka, mosia ta’ bi’ handak molaguy.
  14. Bo aka (Yasrib) diserang kon sagala penjuru, bo mosia inigum simba’ momia kon kakacauan, niscaya mosia mopogaid-neya bo ta’ bi’ topilig pa mosiamogolat.
  15. Bo totu’u, mosia ta dia’ pa tua aindon modandi koi Allah, dia’ mobale kon balakang (mundur). Bo dodandian takin Allah moigum pertanggung jawabanneya.
  16. Poguman ka (Muhammad), “Laguy dia’bi’ mo baraguna koinimu, aka iko molaguy nongkon kopatoyyan bo pobunu’an, bo aka natua (iko mo ta hindar nongkon kopatoyan) iko ta’ bi’ mengecap kasanangan samantara.”
  17. Poguman ka, “Kiineka ta mota’au mo lindungi iko nongkon (kotantu’an) Allah aka Sia mokahandak kon bencana koinimu bo mo kahandak rahmat koinimu tontani’?” mosia tua dia’ mokouli’ kon lindungan bo tulungan kacuali Allah.
  18. Totu’u, Allah mota’au intau-intau ta menghalang-halangi kon antara iko bo intau ta moguman kon utat-utatneya, “Inggay don moyotakin nami.” Tapi mosia moangoy mokaday ta’ bi’samantara,
  19. Mosia mo kikir koinimu. Aka moangoy ondog (bahaya), iko moontong koi monia tua moindoy koinimu takin tontaw ta terbalik-balik na’ intau ta mo pingsan sin matoy bo aka koondogan aindon nobubut, mosia mocaci iko takin dila’ ta no tajam, sedang mosia norinut momia kon kopiaan. Mosia tua dia’ mo parcaya, yo allah mohapus amalneya. Bo ta natua mudah koi Allah.
  20. Mosia mongira (bahwa) golongan-golongan (ta mo sakutu) tua dia’ pa mo akow, bo aka golongan-golongan (ta mo sakutu) tua mo angoy bui, niscaya mosia mo ibog kon dusun-dusun moyotakin intau Arab Badui, kogot molibo’ kon habar tentang iko. Bo aka mosia moyotakinmu,mosia dia’ mo parang, kacuali dia’ mo onggot.
  21. Totu’u,uyo’on kon (gina) Rasulullah tua suri teladan ta mopia koinimu (yo) kon intau ta mo harap (rahmat) Allah bo (koangoyan) singgay Kiamat bo ta mo anto’ moitorop kon Allah.
  22. Bo aka intau-intau mukimin mokoontong golongan-golongan (ta mo sakutu) tua, mosia moguman na’adon ta pino dandi Tuhanmu bo rasul-nya[45]koi nami.”bo totu’u Allah bo rasul-nya. Bo natua bidon modugang in kaimanan bo kaisilam mosia.
  23. Kon antara intau-intau mukmin tua oyuon intau-intau ta mo gutun onu taaydon pino dandi monia kon Allah. Bo antara mosia oyuon in no gugur,bo kon antara mosia oyuon (doman) ta mogolat-golat[46]bo mosia topili’ipun diya monguba (dandinya),
  24. Ba Allah momogoy balasan kon intau-intau aydon totu’u tau kon kabanarannya, bo mongajab intau munafik ta kohendaknnya,bo motarima kon tobat mosia. Totu’u Allah totok mongampun,bo totok monotabi.
  25. Bo Allah mopo Halal  intau-intau kaper tua kaada’an mosia mopuling kajengkelan, sin mosia (doman) diya mokouli kauntungan kon onuka. Tompod don Allah (ta motulung) mopo hindar intaui-intau mukmin kon paparangan.[47]Bo Allah totok moropot,moparkas.
  26. Bo sia mopo ponag intau-intau ta moahli kitab (Bani Quraizah) ta mobantu koimonia (golongan-golongan ta mosakutu) nongkon benteng-benteng mosia, bo sia mopo tu’ot rasa ondok kon bonu dodob mosia. Yoposi mosia tabinunu’ bo yoposi ta ibanya iko tawan.[48]
  27. Bo Sia mopowaris koinimu buta’-buta’, baloy-baloy bo harta benda monia, bo (natua doman)buta’ ta dia’ pa inindakmu.[49] Bo Allah Totok mo kawasa kon sagala rupa.
  28. Hai Nabi! Poguman ka koi buloy-buloymu, “Aka iko moibog kon kobiagan kon dunia bo hiasanneya, yo inggay don ba’ ogoyku koinimu mut’ah bo aku’oy ceraikan iko takin dodia ta mopia.”
  29. Bo aka iko moibog in Allah bo Rasul-Neya bo negeri akhirat, yo totu’u Allah mosadia kon pahala ta moloben kon kiine ka ta mogaid kon mopia kon antara monimu.
  30. Hai buloy-buloy Nabi! Aka kiine kon antara moiko ta mogaid kon parbuatan keji ta no nyata, niscaya azabneya pino lipatgandakan dewa kali lipat koineya. bo ta natua, mo gampang koi Allah

JUZZ 22

  1.  Bo  aka ki ine ko antara mu (ki buloy-buloy Nabi) tatap dumuduy koi Allah bo Rasul_Nya bo mo gaid  kon kopiyaan niscaya kami mo bogoy kon pahala koiniya de’ewa kali lipat bo kita mo posadia rijiki ten no mulia koiniya.
  2. Ondadon in ki buloy-buloy Nabi! Mo iko in diya’ bi’ na’ bobay-bobay ibanya, aka mo iko bo mo bertakwa. Dika’ bi iko mongaku (mo poko alus kon bahasa)[50] kon ouman simba diya’ mo timbul napusu in intau oyu’on kon panyakit kon bonuin gina,[51] mo singog kon to singogon inta mo piya.
  3. salalu don iko mogutun kon baloy[52] bo dika bi salalu mo makeang bo (mo kalakuang) dongka na’ intau waktu  jaman jahilia kolipod[53]. Bo mogaid kon sambayang, moguboli kon jakat bo duduyay Allah bo Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah monginggama kon dosa mo nimu. Wahai ahlul ahlulbai[54]l bo mondarit ko inimu sampe modarit-darit.
  4. Bo ponorob pa in onda ta binaca mu kon baloy nongkon ayat-ayat Allah bo hikmah (Sunnah Nabimu). Sungguh, Allah Maha Mo alus, Maha mota’aw.
  5. Sungguh, olaki bo bobay muslim, olaki bo bobay mukmin, olaki olaki bo bobay salalu kon ketataanya, olaki-olaki bo bobay ten mo pira, olaki-olaki bo bobay ten mo sabar, olaki-olaki bo bobay ten khusyuk, olaki-olaki bo bobay mosadakah, olaki-olaki bo bobay ten nopuasa, olaki-olaki bo bobay mo malihara kon kahormatanea, olaki-olaki bo bobay ten no anto mo nangoy (kon tangoy Allah) no sadia koi moniya onukadon bo pahala ten no loben.
  6. Bo diya’ no pantas ko olaki-olaki ten no mukmin bo bobay ten no mukmin apabila Allah bo Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan ten oyu’on kon pilihan (ten ibannya) koimonia tentang urusan monia. Bo ki ine mo durhaka kon Allah bo Rasul-Nya, maka sungguh, sia no tersesat takin kesesatan ten no nyata.
  7. Bo (ingatlah) aka iko (Muhammad) no guman koi intau ten no bogoy kon kenikmatan nongkon Allah bo iko (doman) pi nobogoy kon nikmat koiniya, “po batahang iko takini buloymu bo bertakwalah kon Allah.” Iko mo muni-muni kon bunu ginamu onu in pinoguman in Allah, iko mo ondok kon intau, padahal Allah in mo berhak in ko ondokmu. Na anda in ki Zaid mulai mongakhiri paralu in buloynea bobay (gaatonnea). Nika’an nami sia takinnea (Zainab)[55] samba dia’ in mokabaratan intau mukmin in (monikah) kon buloy-buloy adi’-adi’ pinalihara monia, na’anda in adi’-adi’ ta pinalihara aindon no ko podait in urusan monia koi buloynea. Bo ketetapan Allah tua in pasti mo bali’.
  8. Dia’ bi onda in mokabaratan onukabi kon Nabi ondadon in ketetapan in Allah koiniya. (ondadon bo sinantu in Allah na’ tua) ondadon sunnah Allah kon nabi-nabi inta aindon no’I to’una. Bo ondadon ketetapan in Allah pasti bi’ mo berlaku,
  9. (yaitu) intau-intau mo podapot risalah-risalah Allah,[56] mo sia mo ondok Ko in’Nia bo dia mo sia mo ondok ko ineka bi kacuali Allah. Bo cukup don Allah momia kon perhitungan.
  10. Muhammad tua deeman ki ama’ intau monimu,[57] tapi sia in nutus Allah bo pinongunsi’ kon payongan Nabi. Bo Allah ta’ totok monotau sagala rupa.
  11. Hai intau-intau ten moberiman! Bo ponorob koi Allah. Mo ponorob in tangoy-Nea ko anto-antonea.
  12. Po tasbidon ko-Nea bagu subuh, bo mo to naang.
  13. Sia tua ta’ mo bogoy Rahmat koi nimu Bo para Malaikat-Nea.  Moigum kon ampung koinimu samba sia mo po luway koi nimu kongkon mo sindip ko notarang bo sia ta totok mono tabi, ko in intau-intau ta moparcaya.
  14. Mohormat koi moniya (intau-intau mukmin tua) ta kogot mosia moyodungkulnea “salam”[58] bo sia mo sadia ko pahala, ta mulia koiniya
  15. Hai Nabi! totu’u nami mogutus koi nimu ba’ mobali saksi, mo dia kon habar ta no moko sanang bo mo bogoy paringatan.
  16. Bo mobali’ mogoguman  koi (agama) Allah takin ijin-Nea bo cahaya-Nea ta mo po tarang
  1. Bo moguman in habar ta no sanang ko in intau-intau mukmin bahwa sesungguhnya koi moniya karunia moloben nongkon Allah.
  2. Bo dika bi’ iko (Muhammad) dumuduy kon intau-intau kaper bo intau mogakal tua, dika bi’ iko monarukira kon gangguan moniya. Bo po bertakwalah kon Allah. Bo ta don ki Allah in molindung.
  3. Hai intau-intau ta moparcaya! Aka mo iko bo mo nikah kon bobay-bobay mukmin, mopalut mako gaatan koi moniya dia’ pa mo iko mencampurinya bo dia’ onda kon idah, kon moniya tak mo parlu rekengon. Tapi’ mo sia ogoyay pa mut’ah buliyay pa mo sia kopi-kopiya mako.
  4. Hai Nabi! Sesungguhnya nami ai no menghalalkan koi mo nimu buloy-buloymu ai ingoymu maskawinnya bo hambasahaya ta’ iko oyu’on, onu kabi in nouli’mu kon bonu in parang ta’ inogoy Allah koinimu, bo tuadon adi’-adi’ bobay nongkon utat lolaki ama’m, adi’-adi’ bobay nongkon utat bobay ama’mu, adi’-adi’ bobay nongkon utat lolaki-lolaki ina’mu, bo adi’-adi’ bobay nongkon utat bobay ona’mu, ta nogalo hijrah takin mu, bo bobay mukmin ta’ mosarahkan kon badannea koi Nabi, aka ki Nabi mo ibog mo nikah ko’iniya sebagai kekhususan bagimu de’eman bi komintan intau mukmin. Nami aidon monota’au onu in pinopo wajib ko’i monia, kon buloy-buloy moniya bo hambasahaya, ta’ mosiya oyu’on ba’ diya’ mo bali’ mosisi’ koi nimu bo Allah totok mongampung,totok mo tabi.
  5. Iko mo ta’au menangguhkan (menggauli) ki ine ko ibogmu ko antara moniya (ta’ibuloymu) bo (mo taau doman) menggauli ki ine (ko antara moniya)  ta’ ko ibogmu. Bo ki ine ta’ ko ibogmu untuk menggaulinya nongkon ko buloy-kobuloymu ta iko sisihkan, maka dia’ anda dosamu. Ta nopalut mako tua’ totok mo diug in kosanangan in gina moniya. Bo moniya dia’ moko rasa kon mo sedih bo moniya morela takin onu ta’ inogoynea ko moniya komintan bo Allah monota’au onu ta (no’i tagu’) kon bonu in ginamu. Bo Allah totok monota’au, totok mosantun[59].
  6. Dia’ no halal ko’I nimu (Muhammad) moponikah kon bobay-bobay (ibanea) nopalut mako tua, bo dia’ mo ta’au (doman)  momalui kon koin moniya takin buloy-buloy (ibanea), meskipun nogaga in sia no gugut koi ginamu kacuali  koi bobay-bobay (hamba sahaya) ta oyu’on ko’I nimu bo Allah totok mengawasi sagala rupa.
  7. Hai intau-intau ta’ no parcaya dika’ bi iko tu mu’ot kon baloy-baloy Nabi kacuali aka iko mongijinkan monga’an dia’ mogolat wakutu modungu (ka’anonnea)[60] tapi aka ki nimu in nini’ bo tu’ot bi. Apabila iko no palut no nga’an, luai don iko ba dia’ mo langgo’ in o’uman, sesungguhnya demikian tua moganggu koi Nabi  sahingga sia (Nabi)  mooya’a koinimu (mopotaba’ koinimu lumuai ), bo Allah dia” mo oya’  (menerangkan)  ta totu’u. aka iko mo igum ko onu kabi’ (paralu) koimonia(buloy-buloy Nabi), Yo poigum  nongkon  balakang tabir.(dodia).  Ta natua   totok no suci in ginamu  bo gina monia. Bo dia’ mota’au mopotakit(gina) Rusulullah bo dia’ (doman)  monikah kon buloy-buloynea  ko onggo-onggoton  nopalut(Nabi wafat). sungguh,ta  natua  totok mo loben (dosanea)  ko sisi Allah.
  8. Aka iko moguman  onukabi yo dika bunion,yo totu’u nea Allah totok monota;au kon sagalah rupa.
  9. Dia; anda ko dosa ki buloy-buloy Nabi I (moyodungku dia’ ko tabir) takin ki ama’monia,adi’-adi’ lolaki –lolaki monia, utat lolaki-lolaki monia, adi’ lolaki-lolaki nongkon utat bobay monia ,bobay-bobay monia (ta no parcaya) bo hamba sahaya ta kapunya’an monia, bo mo bertakwalah iko (buloy-buloy Nabi) koi Allah,sungguh,Allah totok moindoiko sagala rupa.
  10. Sesungguhnya, Allah bo para Malaikat-Nea  no bersalawat  koi Nabi[61] hai intau-intau ta no parcaya! Besalawatlah iko koi Nabi bo poguman in salam takin kahormatan koinia. [62]
  11. Sesungguhnea  (terhadap ) intau-intau ta moponakit  in Allah bo Rasul-Nea ,Allah akan melaknatnya  kon dunia bo akherat,bo mosadia in azab ta mokohina koimuni.
  1. bo intau-intau ta’ moponakit ko intau-intau mukmin, lolaki-lolaki bo bobay, dia’ oyu’on kon tala’ ta’ koimoniya in kalakuang, aka sungguh, mo sia mo bamban kon ubol, bo dosa ta’ no nyata.
  2. Hai Nabi! Poguman don ko in buloy-buloymu, adi’-adi’ bobaymu bo buloy-buloy intau mukmin, “hendaklah mereka moniya mo buni kon karudungnea[63] komintan badan moniya” ta’ kon tua ba mosiya totok mo gampang in kenal sahingga mo siya dia’ gangguon. Bo Allah totok mongampun bo totok motabi.
  3. Sungguh aka intau-intau munafik, intau-intau ta no panyaki kon bonu in ginanea bo intau-intau ta mopohabar kon ubol kon madinah, dia’ mogogay (nongkon moponakit koinimu), niscaya nami momarentah ko I nimu (mo parang) mo sia ta’ kon tua mo sia dia doman mo bali’ tetangga (ko madinah) kacuali topilok pa,
  4. Kon bonu in ke’adaan no laknat. Ko onda kabi’ mosia kodungkulan, mosia nokodomokan bo pinatoy dia’ ko ampun.
  5. Sebagai Sunnah Allah ta (no berlaku doman) ko intau-intau ta’ dungkul tua jia’ pa (iko), bo iko dia’ moko uli’ perubahan ko in sunnah Allah
  6. Intau mo libo’ koinimu (Muhammad) in singgay akhir. Poguman don, “ilmu singgay kiamat tua ta’ bi ko in Sisi Allah.” Bo kota’awanmu, mota’au mobali’ singgay kiamat tua ai modiug wakutunea tua
  7. Sungguh, Allah melaknat intau-intau kaper bo mosadia koimoniya tulu’ ta’ mo yongkit-yongkit kurudung ta tongkay lambung kurung ta mo lapang ta menutupi ulu’, pogot bo dodob.
  8. No sia mo kekal kon bonunea salama-lamanya; mosia dia moko uli’ ko perlindungan bo pertolongan.
  9. Kon singgay (ketika) poggot moniya I liu’-liu’ kon bonu in naraka mosia noguman, “hai, takon tua nami no galo ko in Allah bo no galo (doman) ko in Rasul”
  10. Bo mo sia no guman “ya Tuhan nami, sesungguhnya nami no galo kon para pamimpin bo para poloben nami, bo mosia menyesatkan nami nongkon baya’an (ta no banar)
  11. Ya Tuhan nami, agoyaypah koinami azab de’ewa no kali lipat bo laknatlah mosiya takin laknat no loben.
  12. Hai intau-intau ta no parcaya dika don iko batangan intau-intau ta mo ponakit ki Musa aka Allah mo podarit no kon tuduhan-tuduhan ta pino guman moniya. Bo sia intau ta oyu’on in kadudukan kon kahormatan ko sisi Allah
  13. Hai intau-intau ta no parcaya po bertakwalah iko ko in Allah bo poguman don ta no totu’u,
  14. Niscaya Allah monompiyah amal-amalmu bo’ mongampun kon dosa-dosamu. Bo ki ine mo galo koi Allah yo sungguh, sia nook untung takin ka untungan ta no Agung.
  15. Sesungguhnya nami no nawarkan amanat ko langit bumi, bo bulud-bulud; tapi komintan tua dia’ no baba amanat tua bo mosia nokawatir dia’ no gaid(no bogat), bo binabah amanat tua kon intau. Sungguh intau tua totok no zalim bo totok no bodok.
  16. Sahinggah Allah akan mengazab intau-intau munafik lolaki-lolaki bo bobay intau-intau musyrik lolaki-lolaki bo bobay; bo Allah mo narimah tobat intau-intau mukmin lolaki-lolaki bo bobay. Bo Allah totok mongampun, totok mo tabi.

[1] Intau-intau ta nopalut inogoy koineya katarangan-katarangan bo kajalasan-kajalasan inta dodia ta paling mopia, mosia tatapmo bantahbo mo bangkang bo tatapmoguman kon parmusuhan.

[2] Ayat-ayat Al-Qur’an tua no malihara kon bonu dodob takin inafal in no anto’ kaum muslimin turun-temurun bo mo paham in mosia, sehingga dia’ onda tobatu’ intau ta mobali’ mobaluynya.

[3] Pinotatap azab tua kon singgay potuli’an kon akhirat.

[4] Takin mopodarit in kataatansamata-mata koi Allah.

[5] Moubol kenabian Nabi Muhammad saw.

[6] Romawi Timur ta no musatkon Konstantinopel.

[7] Kon diug negeri Arab yaitu Suriah bo Palestina ta wakutu mobali’ jajahan karajaan Romawi Timur.

[8] Bangsa Romawi (kogot ayat na’a pinoponag) bangsa onu ta beragama Nasrani ta memiliki Kitab Suci sedang bangsa Persia ta beragama Majusi, mo sambah kon tulu’ bo barhala (musyrik). Kodua bangsa tua moparang. Aka no’i siar in habar kon kakalahan bangsa Romawi oleh bangsa Persia, yo kaum musyrik Mekah mosambut koi neya takin nebel mo sanang sin momihak  kon intau musyrik Persia. Sedang kaum muslimin berduka citasinneya. Bo pinopoponag in ayat na’a bo ayat ta liunya monarang may in bangsa Romawi ta aindon kalah tua akan menang kon bonu masa tongonu no taong. Tatua banar-banar mobali’. Tongonu no taong na anda tua, mo manang in bangsa Romawi bo kalahlah bangsa Persia. Takin kajadian ta mo nyata in kabanaran Nabi Muhammad saw. Ta Nabi bo Rasul bo kabanaran Al-Qur’an na’tongkay firman Allah.

[9] Antara tolu sampe siyou no taong. Wakutu antara kakalahan bangsa Romawi (taong 614-615) takin kamananganneya (taong 622 m) kira-kira pitu no taong.

[10] Kain sabahagian mufasir ayat na’a diartikan, “…bahkan mosia mobali’ kaper pinosabab in  barhala-barhala.”

[11] Mo bertasbih kon bonu ayat 17 tua in salat. Ayat 17 bo 18 monarangkan kon wakutu salat ta lima

[12] Pogumpamaan tatua mopogambar dia’ no pantas oyu’on kon parsakutuan nongkon unsur-unsur ta dia  ’notongkay,  notongkay antara hamba-sahaya takin kawasanya. Onu doman antara makhluk takin Allah, tantu’ lebe dia’ pantas doman.

[13] Fitrah Allah maksudnya ciptaan Allah. Intau pinocipta Allah oyu’on naluri mo agama yaitu agama tauhid. Aka oyu’on intau dia’ beragama tauhid, yo hal tua dia’ bi’ wajar.

[14] Ta di maksud in “rahmat” kon na’a palut kon bahaya tua.

[15] Bo sabagian mosia kon bonu soroga bo sabahagian doman kon bonu naraka.

[16] “Mododia kon habar mokosanang” tua: golom ta no bunod bo inirup tompot bo mopoponag kon uyan. Karenanya dapat kinorasan rahmat Allah takin nobiag batol-batolneya ta aindon disemaikan bo kolunowan in pomomulaan takin mobuagnya in pomomulaan bo ta ibanya.

[17] Takin koangoyan rasul-rasul modia kon katarangan koi kaumneya tua, yo sabahagian mosia mo parcaya kon sabahagian doman moubol koi neya yo sampe oyu’on ta motakit. Yo aka intau ta mo bardosa na’ tongkay tua, Allah mo azab koi monia.

[18] Intau kaper tua pinotongkay i Allah takin intau matoy ta dia’ dega’ doman mopodongog kon palajaran-palajaran. Natua doman pinotongkay intau kaper tua takin intau no bongol ta dia’ mota’au mokodongog kon koku’uk totok dia’ aka mosia mopolikud kita’.

[19] Naonda mosia moubol kon bonu singog mosia na’a, na’ doman tua mosia salalu moubol kon dunia.

[20] Kon intau ta mopobaraguna o’uman ta dia’ ko bonu moposesat kon intau.

[21] Koyangko’-yangko’ wakutu menyapi sampe adi’ mo dewa no taong

[22] “Allah Totok monoalus” yo ilmu Allah tua molibu in sagala onu bo naonda in kointokneya.

[23] Kogot berjalan, dika bi’ no’i liu likad bo dika doman talalu yangko’.

[24] Ilmu-Neya bo hikmah-Neya, artineya komintan tua dia’ tompod momais kon singog Allah.

[25] Dalan inta notulit yo mo akui kon kaasaan Allah.

[26] Intau tua dia’ monota’au takin pasti onu ta i aidanneya ikolom bo ta inouli’neya, yo mosia tatua pinowajib mousaha.

[27] Mogutun kon omonig ‘Arsy tua dodia Allah ta wajib kita parcaya, notongkay takin kolobenan Allah bo beresian-Neya.

[28] Syafaat tua tulungan ta inogoy i rasul bo intau-intau tontani’ mogaan azab bo beban tobatu’ intau kon akhirat.

[29] Habarneya ta diniya i Malaikat. Ayat na’a tamsil koi kolobenan Allah bo kaagungan-Neya.

[30] Pinopobiag bui motarima kon balasan Allah kon singgay Kiamat.

[31] Mosia sujud tundu’ mo patuh koi Allah takin khusyuk. Pino sunnah moaid kon sujud tilawah aka mo baca’ bo modongog kon ayat-ayat sajdah na’ tana’a.

[32] Mosia dia’ siug kon wakutu ta biasaneya intau mo siug, mogaid kon salat dolom.

[33] Taurat aindon inogoy koi Nabi Musa a.s., bo kon masaneya pinobali’ patundu’ koi bani Israil. Natua doman Al-Qur’an aindon inogoy koi Nabi Muhammad saw. Bo pinobali’ patundu’ koi umat Isilam.

[34] “Sabar” tua sabal kon monagakkan kabanaran.

[35] Singgay kamanangan  tua singgay Kiamat.

[36] Nabi Muhammad saw. Moyotakin intau-intau mukmin pinotaba’ mogolat kon kamanangan kon intau kaper bo koansoran monia.

[37] Zihar tua o’uman tobatu’ laki koi buloyneya. “likudmu haram koinako’ na’ likud ina’ku,” bo o’uman ta ibanya ta notongkay i makusudneya. Yo mobali’ adat kabiasaan intau Arab Jahiliah aka sia moguman natua koi buloyneya yo buloyneya tua haram koineya koonggot-onggotneya. Tapi ta aindon Isilam angoy, yo ta haram koonggot-onggotneya tua pino hapus bo buloy-buloy tua mobui halal koineya takin mogiboli kon kafarat (denda).

[38] Maula-maula tua hmba sahaya ta aindon pinomerdekakan bo tobatu’ intau ta aindon pinobali’ adi’ ginama’mu, na’ Salim adi’ angkat Huzaifah, pinokuuk Maula Huzaifah.

[39] Intau-intau mukmin tua moibog kon Nabi monia.lebe mo ibog diri mosia tontani’ kon bonu sagala urusan.

[40] Momia kon mopia kon na’a mowasiat ta dia’ lebe nongkon sepertolu

[41] Kosanggupan mopodapot agama koi umatneya masing-masing.

[42] Kon singgay Kiamat, allah molibo’ koi rasul-rasul sampe kon onda usaha monia mopodapot ajaran-ajaran Allah koi umatneya moaid kon ajaran Allah tua.

[43] Ayat na’a monarang kon kisah Ahzab in golongan-golongan ta pinoansor kon bonu Parang Khandaq sin monantang Allah bo rasul-Neya. Ta i makusud takin bala tantara ta dia’ mota’au indeyaymu tua para Malaikat ta sinangaja pinoangoy Allah mopoansor kon musuh-musuh Allah tua.

[44] Mopogambar na onda in hebat neya parasaan ondog bo parasaan gentar kon wakutu tua.

[45] Ta pino dandi Tuhanmu bo rasul tua bi kamanangan taaydon don mo alami kosukuran.

[46] Mogolat kon onu ta aydon Tuhan dandinya koinia.

[47] Kon parang khandaq,intau mukmin diya’ moparang, sin Allah aydon mopo halal koi monia takin mongirim tompoy bo malaikat

[48] Taayndon golongan-golongan ta mosakutu tua kocar-kacir yo Allah momarenta Nabi saw. Mopo ansor Bani Quraizah (Ahli kitab) bo mopo halal koi monia benteng-benteng mosia, bo komintan lolaki ta dumuduy moparang binunu’, bobay bo adi’-adi’sinahang.

[49] Buta’-buta’ ta pinotuot i tantara Isilam.

[50]  Mo ngonguman takin kalakuang ten menimbulkan intau mobertindak ten diya’ no pira koimonia.

[51]  Intau ten oyu’on niat mo mia serong takin bobay tongkay mogaid kon zina.

[52]  Buloy-buloy Rasul ba monatap kon baloy, bo lumuway baloy aka oyuon paralu ten dibenarkan oleh syara’.

[53]  “dungkul mangoy” ialah jahiliah kekafiran ten no uli’ sebelum jaman Nabi Muhammad SAW. Bo ten imaksud takin jahilia na’ tana’a ialah jahilia kemaksiatan, ten nobali’ setelah noi angoynea islam

[54]  Ahlulbait yaitu kaluarga Raulullah SAW.

[55]  Na anda Ando no dait idahnya

[56]  Para Rasul-Rasul mo podapot syariat-syariat Allah kon intau

[57]  Nabi Muhammad SAW de’eman ki ama’ in takin moniya sin tua in janda Zaid (Zainab) mobali’ inikah in Rasulullah    SAW

[58]  Dia’ nokouli’ kon bencana

[59]  Menurut riwayat , pada suatu ketika  buloy-buloy  Nabi Muhamad saw.  Oyu’on ta m cemburu bo oyu’on  dugangan in balanjang  bo ki Nabi Muhamad saw . memutuskan  perhubungan  takin munia tobuan ko’ongotnya . mo ondok gugaton  Nabi . yo mosia  niangoy koi Nabi  noguman kon kerelaannea  kon onuka ta  pinbuat nabi koi monia . noponag ayat tana’a nobogoi ko ijin koi nabi I mengauli ki ene  ta ko ibongnea   nongkon buloy-buloynea atau dia’ mengaulinya ,bo doma mobogoi kon ijin koi Nabi  noi rujuk   koi buloy-buloynea sekiranea oyu’on buloynea   ta ai don pino cerai

[60]  Ayat na’a molarang yotakin  tumu’ot kon baloy I Rasulullah mogolat takin mogolat  -mogolat kon wakutu ponga’anan ki Rosulullah

[61] Salawat nongkon Allah  artinea mo bogoi  kon rahmat;  nongkon Malaikat momohon  kon ampun bo nongo intau-intau mukmin  artinea mo do’a  ba’ ogoyan in rahmat  nabatangan takin o’ uman, Allahumma salli ala Muhamad,

[62] Takin moguman kon o’uman  tongkai Assallammua’alaika ayyuhan Nabi,artinya semoga kasalamatan  koinimu hai Nabi.

[63]  Karudung ialah notongkai lambung kurung ta lapang ta no uli’ menutup ulu’ pogot bo dodob